SPIPUSAT.COM PEKANBARU – Momen tak terduga mewarnai penutupan Petang Belimau 1447 Hijriah/2026 Masehi di tepian Sungai Siak, Rabu (18/2/2026) petang. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang tampil mengenakan baju adat Melayu lengkap, mendadak ikut larut dalam tradisi siram-siraman bersama warga.
Awalnya, prosesi berjalan khidmat. Agung bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto melepas ribuan bibit ikan ke Sungai Siak sebagai simbol keberkahan dan kelestarian. Dentuman bedug kemudian menggema, menandai berakhirnya seremoni resmi.
Tak lama berselang, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru mulai menyemprotkan air ke arah warga sebagai bagian dari tradisi penyucian diri.
Di tengah suasana itu, Agung yang semula duduk bersama tamu undangan tiba-tiba berdiri dengan senyum lebar. Ia berjalan cepat menghampiri petugas damkar dan mengambil alih selang air. Semburan air pun berbalik arah, menyasar jajaran Forkopimda dan warga yang berada di sekitar lokasi.
Sontak suasana pecah oleh tawa dan sorak-sorai.
Baju adat Melayu berwarna cerah yang dikenakan Agung perlahan berubah gelap karena basah kuyup. Namun ia tak bergeming. Dengan wajah penuh keceriaan, ia terus menyemprotkan air ke arah warga, termasuk anak-anak yang berlarian mendekat.
“Kami, Pak! Kami, Pak!” teriak sejumlah anak sambil tertawa dan mengangkat tangan meminta disiram.
Momen tersebut seketika mencairkan suasana. Warga, anak-anak, hingga jajaran Forkopimda larut dalam tradisi mandi menyambut Ramadan bersama wali kota. Sekat formalitas antara pejabat dan masyarakat seolah hilang di bawah percikan air Sungai Siak.
Tradisi siram-siraman yang sarat makna penyucian diri itu pun berubah menjadi gambaran kebersamaan yang hangat. Di tepian Sungai Siak, menjelang Ramadan, Pekanbaru menyambut bulan suci bukan hanya dengan doa, tetapi juga dengan tawa, air, dan hati yang ringan.
Basah kuyup dalam balutan baju adat Melayu, Agung Nugroho menutup Petang Belimau dengan pesan tanpa kata: pemimpin dan rakyat berdiri sejajar dalam menyambut Ramadan, membersihkan diri lahir dan batin bersama.












