Dari Balik Jeruji ke Masa Depan Mandiri, Lapas Selatpanjang Perluas Program Pembinaan

0
3
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM  SELATPANJANG – Lapas Kelas IIB Selatpanjang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Dinas Pendidikan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (26/2/2026), di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau.

Kerja sama ini mendukung 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pendidikan kesetaraan dan ketahanan pangan. Penandatanganan disaksikan Kepala Kanwil DitjenPAS Riau, Maizar, dan Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar.

Kepala Lapas Selatpanjang, Yopi Febrianda, menegaskan pentingnya akses pendidikan bagi warga binaan.

“Pendidikan kesetaraan merupakan hak setiap warga binaan. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal akan difasilitasi untuk mengikuti program Paket A, Paket B, dan Paket C. Program ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain pendidikan, Lapas juga mengembangkan program pertanian, perikanan, dan peternakan di lahan idle untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

Sementara itu, Bupati Asmar menegaskan komitmen pemda dalam pembinaan warga binaan.

“Ini bukan sekadar prosesi di atas kertas, tetapi peneguhan komitmen bahwa pemerintah daerah hadir dalam proses pembinaan. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetap bagian dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki hak untuk mendapatkan peningkatan kapasitas, layanan kesehatan, serta pelatihan kemandirian,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kanwil DitjenPAS Riau, Maizar, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.

“Kerja sama ini sangat strategis dan relevan dengan kebutuhan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Kolaborasi ini membuka ruang pemberdayaan yang selaras dengan potensi daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, “Pemasyarakatan adalah tentang membimbing dan menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan, kemandirian, dan kesadaran untuk hidup lebih baik”.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pembinaan dan mempersiapkan warga binaan agar siap kembali serta berkontribusi positif di masyarakat.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here