Cegah Predator Berkedok Orang Dekat, Orang Tua Diminta Ajarkan Batasan Tubuh pada Anak

0
6
Ayo share artikel ini


SPIPUSAT.COM MEDAN – Sebuah fakta pahit kembali terungkap dalam kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang anak perempuan di Medan. Pelaku ternyata bukan orang asing, melainkan teman akrab ayah korban. Tragedi ini menjadi pemantik bagi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, untuk mengingatkan betapa vitalnya peran edukasi seks sejak dini di dalam keluarga.

Usai menemui korban yang kini dalam kondisi hamil di Sentra Bahagia, Medan, Menteri Arifah menekankan bahwa membekali anak dengan pengetahuan tentang tubuhnya adalah benteng pertahanan utama.

“Ini peringatan untuk kita bersama. Anak-anak ini harus tahu mana bagian tubuh yang boleh disentuh dan mana yang tidak boleh disentuh orang lain,” tegas Arifah, Sabtu (31/1/2026).

Arifah menyoroti adanya “relasi kuasa” yang timpang dan ancaman yang membuat korban terbungkam selama ini. Pelaku memanfaatkan kedekatannya dengan keluarga untuk melancarkan aksi biadab tersebut secara berulang kali.

“Si anak ini tidak bisa bicara karena dia diancam. Sedihnya lagi, dia mengenal pelaku karena itu teman akrab ayahnya,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Selain edukasi mengenai area privat, Menteri PPPA juga meminta orang tua untuk melakukan introspeksi diri terkait pola komunikasi dengan anak. Ia mengingatkan agar orang tua tidak mudah tertipu dengan sikap diam anak, karena bisa jadi ada trauma mendalam yang disembunyikan di balik kebisuan tersebut.

“Jangan dikira anak yang diam itu baik-baik saja. Perlu diajak bicara, tanyakan apa yang sebetulnya sedang mereka rasakan dan alami,” pesannya kepada para orang tua.

Saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum. Pemerintah memastikan akan terus mengawal pemulihan fisik dan psikis korban, sembari menyerukan agar seluruh keluarga di Indonesia lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, termasuk terhadap orang-orang yang dianggap dekat.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here