Skandal Korupsi Kementan Meledak, Proyek Fiktif Rp27 Miliar dan Perjalanan Dinas Bodong Terbongkar

0
6
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polda Metro Jaya yang resmi mencekal Indah Megahwati bepergian ke luar negeri. Pencekalan ini merupakan buntut dari pengungkapan skandal korupsi besar yang mencakup perjalanan dinas fiktif hingga proyek “siluman” bernilai puluhan miliar rupiah.

Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengajukan pencegahan tersebut guna memastikan tersangka tetap berada di tanah air selama proses penyidikan berlangsung. Kasus ini awalnya mencuat dari dugaan korupsi biaya perjalanan dinas yang merugikan negara sebesar Rp5,94 miliar.

Namun, investigasi internal Kementan justru menemukan lubang hitam yang lebih besar. Muncul dugaan penyimpangan proyek fiktif dengan nilai fantastis mencapai Rp27 miliar yang turut menyeret nama Indah Megahwati.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch Arief Cahyono, memberikan apresiasi atas gerak cepat kepolisian. “Kami mengapresiasi langkah cepat penyidik yang segera melakukan pencegahan ke luar negeri, setelah sebelumnya juga melakukan penyitaan aset dalam perkara ini,” ujar Arief, Minggu (1/2/2026).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang menggerogoti anggaran negara, terutama yang berdampak pada nasib petani. Ia memastikan proses pembersihan internal akan dilakukan secara agresif dan tanpa pandang bulu.

“Tidak ada kompromi bagi yang melakukan korupsi di Kementan selama saya di sini. Target saya adalah petani sejahtera, maka yang begini-begini saya pecat,” tegas Amran.

Ia menambahkan bahwa sejauh ini sudah ada tiga orang yang terdeteksi melakukan persekongkolan jahat dalam proyek-proyek tersebut. Amran juga menepis anggapan bahwa tindakan tegas ini hanya sekadar pencitraan, mengingat bukti-bukti penyimpangan yang ditemukan tim audit sangat nyata dan merugikan organisasi. Saat ini, kepolisian terus mendalami kemungkinan adanya tersangka baru dalam jaringan korupsi tersebut.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here