SPIPUSAT.COM PEKANBARU – Sebanyak 17 keluarga kurang mampu di wilayah Kota Pekanbaru akhirnya bisa bernapas lega dan menikmati terangnya cahaya lampu di rumah mereka. Kebahagiaan di bulan suci ini terwujud melalui penyalaan serentak program Light Up The Dream (LUTD) Berkah Ramadhan 1447 Hijriah yang diinisiasi oleh PT PLN berskala nasional.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyoroti pentingnya pemerataan akses energi bagi masyarakat kelas bawah saat menghadiri langsung penyalaan perdana di kediaman salah satu penerima manfaat bernama Yanto. Rumah sederhana tersebut berlokasi di Jalan Tengku Bey, Perumahan Peputra Jaya Tahap II, Gang Nurul Jamaah, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Rabu (4/3/2026).
“Untuk masyarakat yang tidak mampu diberikan bantuan berupa pemasangan secara gratis. Dan ini tentu kita sangat senang. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini semakin banyak masyarakat yang semakin berbahagia dengan hadirnya listrik di rumah-rumah mereka,” ujar Markarius.
Program bertajuk Nyalakan Energi Baru untuk Semangat Ramadan Penuh Keberkahan ini sekaligus membuka mata pemerintah daerah terkait masih adanya ketimpangan fasilitas dasar di tengah masyarakat. Markarius membeberkan temuan ironis saat dirinya meresmikan program bedah rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau beberapa waktu lalu.
Dari total 16 unit rumah warga miskin yang berhasil direhabilitasi di Pekanbaru, pemerintah mendapati sejumlah hunian ternyata sama sekali tidak memiliki akses penerangan listrik.
“Dapat kami sampaikan, beberapa waktu yang lalu kita meresmikan beberapa unit rumah rehabilitasi dari Baznas provinsi. Pekanbaru mendapatkan 16 unit rumah, dan saya lihat ada beberapanya yang memang belum ada listrik sama sekali,” paparnya.
Merespons kenyataan di lapangan tersebut, Markarius mendesak adanya sinkronisasi dan kolaborasi data antara program tanggung jawab sosial PLN dengan data kemiskinan milik Baznas. Menurutnya, integrasi ini akan membuat penyaluran bantuan pemasangan listrik gratis menjadi jauh lebih tepat sasaran.
“Harapannya, kalau memang boleh nanti kita sinkronkan. Ini bisa kita bantu bersama-sama, karena kalau Baznas yang bantu sudah pasti dari keluarga yang tidak mampu, sudah pasti dari keluarga miskin,” tegasnya.
Ia meyakini data warga penerima bantuan zakat dari Baznas telah melalui proses seleksi dan verifikasi yang ketat di tingkat bawah. Jika disinergikan dengan program LUTD, permasalahan rumah gelap gulita bagi warga miskin dapat segera dientaskan secara gotong royong.
“Untuk mendapatkan bantuan zakat, tentu sudah diseleksi terlebih dahulu. Ini saya pikir nanti bisa kita sejalan. Insyaallah. Mudah-mudahan dari PT PLN bisa membantu. Kami atas nama pemerintah kota mengucapkan terima kasih kepada PT PLN atas kerja sama dan partisipasi aktif selama ini,” urainya.
Secara keseluruhan, program LUTD di wilayah kerja terkait menyasar 57 keluarga penerima manfaat, di mana 17 keluarga di antaranya merupakan warga Pekanbaru.
Agenda penyalaan listrik gratis ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi kelistrikan dan aparat keamanan setempat. Tampak di lokasi Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, Didit Wicaksono, didampingi Manager PT PLN Pekanbaru serta Manager PLN Simpang Tiga. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kapolresta Pekanbaru dan Dandim 0301 juga hadir memantau langsung bersama Camat Bukit Raya, Ketua RW 10 Adam Lubis, dan Ketua RT 02 Bambang












