SPI-PUSAT Guru dan Wali Murid Paud KB-Arazkha pada Persiapan Gelaran Manasik Haji, 11 September 2023 (kabarpers/Iyank/Dian)
Hal ini sejalan dengan perkembangan fisik anak yang mempunyai memori sangat kuat dan kecenderungan untuk meniru apa yang dilihatnya.
Biasanya pada anak menginjak usia TK atau paud ini akan diajarkan oleh gurunya mengenai ibadah haji seperti yang di gelar dalam rangka persiapannya.
Sementara, menjelang manasik haji ini oleh Kepala Sekolah Paud KB-Arazkha akan digelar dan berlokasi di Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Lebak, Banten pada Senin (11/09/2023),
Dimana, praktik manasik haji ini merupakan cara yang dikehendaki oleh sejumlah satuan pendidikan sebagai metode pembelajaran bagi siswanya dalam mengenai seluk-beluk ibadah haji.
Dikatakan Kepala Sekolah KB-Arazkha Puspa Sari Kepada wartawan, bahwasannya hal ini telah disebutkan oleh Allah SWT dalam firmannya melalui Surat Ali Imran, Ayat 97 yakni;
“Iya, mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah,” ujarnya.
Kemudian, Kepala Sekolah KB-Arazkha Puspa Sari menilai manasik haji ini adalah peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya.
Pentingnya untuk mengenalkan ibadah haji kepada si kecil sejak dini agar ia mengetahui makna dari rukun islam yang kelima.
Diketahui acara tersebut berlangsung dan ini akan dilaksanakannya dalam rangka persiapan manasik haji yang akan di gelar pada pertengahan bulan ini.
Manasik haji khususnya bagi anak TK dan SD merupakan kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan.
Didalam kegiatan manasik haji ini, calon jamaah haji dalam hal ini siswa-siswi akan dilatih tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji yang akan dilaksanakannya.
Semisalnya, kata dia, dari rukun haji, persyaratan, wajib, sunah, maupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji.
Sehingga, dengan adanya tujuan pelaksanaan persiapan manasik haji ini, untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi bagaimana cara melakukan praktik rukun Islam ke-lima ini.
“Mulai dari tawaf, sa’i, wukuf, lempar jumrah, dan prosesi ibadah lainnya dengan kondisi yang dibuat mirip dengan keadaan di tanah suci,” kata Puspa.












