SPIPUSAT.COM TELUKKUANTAN – Perkelahian antar siswa SMAN 1 Kuantan Hilir yang terjadi pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB di Jembatan Baserah, Desa Banuaran, Kecamatan Kuantan Hilir, berhasil diselesaikan melalui mediasi yang dilakukan oleh Polsek Kuantan Hilir.
Dari mediasi tersebut, diketahui penyebab perkelahian karena saling ejek yang berlanjut pada pengintaian setelah jam sekolah. Polisi yang menerima laporan segera menurunkan personel ke lokasi dan menemukan dua siswa yang mengalami luka. Keduanya kemudian dibawa ke Puskesmas Baserah untuk mendapatkan perawatan.
Polsek Kuantan Hilir mengadakan mediasi yang dihadiri oleh Camat Kuantan Hilir, Kepala Sekolah SMAN 1 Kuantan Hilir Helma Heri, perangkat desa, guru BK, tokoh masyarakat, orang tua, dan 9 siswa yang terlibat. Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan damai, dimana kedua belah pihak saling memaafkan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa.
Kapolsek Kuantan Hilir, Iptu Edi Winoto, menyatakan bahwa mediasi ini penting untuk menjaga kondusifitas dan memberikan pembelajaran kepada para pelajar.
“Kami mengimbau peran orangtua, guru, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi serta membimbing generasi muda,” katanya.












