SPIPUSAT.COM – Harga minyak anjlok, sedangkan emas menguat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu, Rabu (8/4/2026). Kesepakatan gencatan senjata ini memungkinkan Teheran untuk sementara membuka kembali Selat Hormuz yang vital.
Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan penghentian serangan selama dua minggu dan mengatakan, ia telah menerima proposal 10 poin yang dapat diterapkan. Iran kemudian merespons dan menyatakan, telah menyetujui jalur aman untuk kapal di Selat Hormuz tersebut.
Harga minyak mentah anjlok Dilansir AFP, Rabu (8/4/2026), berita gencatan senjata tersebut langsung menekan harga minyak mentah dunia. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 20 persen dan Brent hingga 16 persen.
Investor bisa menghela napas setelah lebih dari lima minggu perang yang menekan pasokan minyak. Sementara itu, kondisi tersebut justru membuat pasar saham melonjak karena harapan bahwa krisis ekonomi global selama lebih dari sebulan akan segera berakhir. Di Seoul dan Tokyo melonjak lebih dari lima persen, Taipei naik hampir empat persen, Sydney dan Hong Kong lebih dari dua persen. Sementara Shanghai, Singapura, dan Wellington juga naik tajam.
Kesepakatan gencatan senjata AS-Iran juga menyebabkan penurunan tajam pada dollar AS, yang menjadi aset aman selama perang berkecamuk, tetapi yen, euro, dan poundsterling semuanya menguat. Emas juga menguat sekitar lima persen, setelah terpukul oleh kekhawatiran akan kenaikan inflasi yang tajam yang akan membuat suku bunga tetap tinggi. Bahkan harga Bitcoin turut naik.
“Tidak mengherankan, reaksi pasar awal cukup positif, meskipun mungkin tidak sebesar yang diperkirakan, sebagian besar karena kenaikan aset berisiko yang terlihat sejak akhir sesi perdagangan tunai Selasa,” kata Michael Brown dari Pepperstone. Dia menyebut para pelaku pasar sudah menanti-nanti kabar baik selama beberapa minggu terakhir, dan langkah-langkah konkret untuk mengurangi ketegangan konflik. Stephen Innes dari SPI Asset Management menambahkan bahwa kesepakatan tersebut “sangat penting bagi Asia”, yang sebelumnya bingung mengatasi kenaikan biaya energi. Menurutnya, dengan penurunan harga minyak mentah, tekanan pada ekspektasi inflasi dan imbal hasil obligasi jangka pendek sedikit mereda.
Sebelumnya, Trump resmi mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu pada Rabu (8/4/2026). Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.












