Dedikasi Irwandi Jaswir Kembangkan Sains Halal Dunia Berbuah Penghargaan Ilmuwan Berpengaruh NU

0
8
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM SURABAYA – Ilmuwan asal Sumatera Barat, Prof Dr Ir Irwandi Jaswir, kembali menorehkan prestasi gemilang. Pelopor Sains Halal dunia ini menerima penghargaan Ilmuwan Muslim Indonesia dengan Penemuan Paling Berpengaruh dari Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU).

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam ajang perdana LPTNU Award 2026 di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Selasa (10/3/2026). Ilmuwan berusia 55 tahun ini memenangkan kategori Teknologi melalui proses seleksi yang sangat ketat.

 

“Pemilihan para pemenang malam ini lewat nominasi dan seleksi ketat dan berjenjang,” ujar Sekretaris LPT PBNU, Faishal Aminuddin.

Ajang tingkat nasional ini memberikan apresiasi dalam sembilan kategori kepada tokoh dan akademisi yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Selain Irwandi, penghargaan turut diberikan kepada Prof Adi Utarini untuk kategori Kesehatan dan Ir Tri Mumpuni untuk kategori Energi. Acara ini disaksikan langsung oleh Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf, serta Mantan Menteri Pendidikan, Prof M Nuh.

 

 

“Saya betul-betul merasa terharu karena diberi penghargaan ini. Beberapa waktu lalu saya dihubungi oleh panitia untuk segera hadir ke Surabaya untuk menerima penghargaan ini,” papar Guru Besar International Islamic University Malaysia (IIUM), Irwandi, yang terbang langsung dari Kuala Lumpur.

“NU adalah organisasi yang sangat besar dan sangat dihormati dengan kiprahnya yang sangat luar biasa. Penghargaan ini seperti pengakuan akan kontribusi kecil kami untuk kemaslahatan umat sejagat,” tambahnya.

Rekam jejak Irwandi di dunia internasional sangat luar biasa. Ia merupakan peraih King Faisal International Prize 2018 kategori Service to Islam dari King Faisal Foundation, Arab Saudi. Pengabdiannya terwujud melalui publikasi ratusan riset terkait halal, pendidikan, serta kampanye gaya hidup halal secara global.

Irwandi terus mendorong disiplin ilmu Sains Halal yang mencakup autentikasi halal, metode deteksi cepat kontaminasi bahan non-halal, hingga pengembangan standar pangan dan kosmetik halal. Lebih dari 60 penelitian telah ia selesaikan, termasuk deteksi bahan non-halal menggunakan FTIR, pengembangan gelatin unta, portable electronic nose untuk mendeteksi lemak babi dan alkohol, serta pencarian senyawa antikanker.

Dukungan pendanaan risetnya mengalir dari berbagai negara, mulai dari Malaysia, Arab Saudi, Korea Selatan, Italia, Jepang, hingga Indonesia. Dedikasi tersebut menghasilkan 12 paten dan lebih dari 60 penghargaan ilmiah bergengsi, termasuk Habibie Award 2013 dan Asia Pacific Young Scientist Award 2010 dari Scopus.

Hingga kini, Irwandi memiliki H-index 44 di Google Scholar dan 32 di Scopus. Ia telah menerbitkan lebih dari 300 artikel di jurnal internasional bereputasi, menulis 10 buku, menyumbang 60 bab buku, serta mempresentasikan lebih dari 500 makalah di berbagai konferensi dunia. Puluhan artikel ilmiah populer juga rutin ia tulis di media massa.

Keahliannya membuat Irwandi dipercaya sebagai anggota Dewan Pendiri Halal Centre di Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Ia kerap diundang mengisi ceramah gaya hidup halal di Jeddah, Riyadh, Makkah, Dubai, Sharjah, dan Bahrain, sekaligus bertindak selaku konsultan proyek industri halal Islamic Development Bank (IsDB).


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here