SPIPUSAT.COM PEKANBARU – Di hari yang penuh makna, Kamis, 9 Oktober 2025, Embung Mekasari Zam, atau yang akrab disapa Embung, resmi memasuki babak baru kehidupannya. Di Aula Soeman HS, Perpustakaan Provinsi Riau, ia menerima Surat Keputusan Purna Tugas dari Gubernur Riau. Namun, dibalik momen pensiunnya, ada sebuah karya yang lahir dari ketajaman mata dan kepekaan hatinya: sebuah buku berjudul “Menjemput Purna Tugas Dengan Bijak dalam Perspektif Kearifan Lokal”.
Embung, seorang Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau yang akan pensiun dalam tiga bulan mendatang setelah mengabdi selama 39 tahun 10 bulan, membagikan cerita di balik lahirnya buku tersebut. Ide penulisannya berawal dari pengamatannya terhadap rekan-rekan sesama ASN yang kerap dilanda kegelisahan menyambut masa pensiun.
“Ada yang mempertanyakan aku mau bikin apa setelah pensiun. Ada juga yang menanya aku akan tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya, menggambarkan kegalauan yang sering ia saksikan.
Kegelisahan itulah yang memicu rasa ingin tahunya. Awal 2025, ia mulai menyelami berbagai artikel dan informasi untuk memahami hakikat masa purna tugas. Proses perenungan dan riset kecil-kecilan dengan mendatangi beberapa senior yang telah lebih dulu pensiun akhirnya membuahkan hasil. Pada bulan Juni 2025, format bukunya mulai jelas.
“Bulan Agustus semakin cantik. Semakin nampaklah geliat buku yang saya beri judul Menjemput Purna Tugas Dengan Bijak dalam perspektif kearifan lokal,” kenangnya dengan semangat.
Bagi Embung, menulis adalah sebuah upaya yang perlu diperjuangkan. Ia pun mengajak seorang teman untuk bersama-sama menyempurnakan naskah, membersihkan typo, dan menghindari pengulangan kata. Pada September 2025, naskah akhirnya diserahkan ke percetakan yang sekaligus mengurus administrasi dan ISBN. Buku itu pun terbit tepat pada momen pensiunnya.
Buku tentang purna tugas ini bukanlah karya pertamanya. Bagi penulis yang aktif ini, buku tersebut adalah buku ke-14 yang ia tulis, di mana sembilan di antaranya adalah buku solo, dan sisanya adalah karya tulisan bersama.
Dukungan Penuh Perpustakaan untuk Karya Anak Negeri
Sebagai bentuk dedikasi terhadap dunia literasi dan untuk menginspirasi lebih banyak orang, Embung dengan sukarela menghibahkan bukunya kepada Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau. Menurut pengalamannya, menghibahkan buku ke perpustakaan provinsi tidaklah sulit.
“Ibu tidak merasa ada kesulitan, karena ibu tengok mereka welcome aja apa yang ingin saya kasihkan,” tuturnya.
Ia bercerita bahwa pada hari yang sama usai menerima SK, ia langsung membisikkan niatnya kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Riau, Indra, dan respons yang diterimanya sangat positif.
Kepala Dispusip Riau, Indra, menyambut hangat inisiatif Embung. Dalam pernyataannya, ia katakan mendukung kepada masyarakat Riau yang hendak melakukan hibah buku ke Perpustakaan Soeman HS.
“Buku seperti ini adalah harta karun bagi kami. Kami berkomitmen penuh untuk mempermudah proses penghibahan seperti ini dan akan mempromosikan karya-karya tersebut agar dapat dibaca dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat.”
Proses penyerahan hibah buku pun berjalan lancar dan tanpa kendala. Embung juga menyebut bahwa ia memiliki hubungan baik dengan beberapa periode kepala dinas perpustakaan, yang memudahkan komunikasi dan diskusi mengenai kontribusinya pada dunia pustaka.
Melalui bukunya, Embung berharap dapat mengajak setiap calon purna tugas memaknai masa pensiun bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal yang baru.
“Kita harus memaknai bahwa hari-hari selanjutnya ini adalah langkah kita untuk mencapai nikmat bekerja tanpa tekanan,” pesannya.
Ia menekankan pentingnya persiapan mental dan perencanaan. Memasuki masa purna tugas berarti siap dengan perubahan, termasuk berkurangnya pendapatan, namun itu harus dihadapi dengan kesadaran penuh. Bagi Embung, pensiun adalah takdir terindah dari Allah yang harus disyukuri dan diisi dengan kegiatan yang berkualitas.
“Jadi purna tugas insya Allah… saya tiga bulan lagi sudah memprediksikan, besok saya harus mengerjakan ini dan saya harus terima ini adalah takdir yang terindah dari Allah,” tutupnya dengan penuh keyakinan.












