Heboh Sumber Air Aqua BPKN Akan Sidak ke Pabrik dan Cek Keaslian Klaim Pegunungan

0
7
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM JAKARTA – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) turun tangan menyusul polemik yang ramai di publik terkait sumber air minum merek Aqua. Lembaga ini akan memanggil manajemen PT Tirta Investama, produsen Aqua, untuk memberikan klarifikasi mengenai sumber air baku yang digunakan dalam proses produksinya.

Ketua BPKN, Mufti Mubarok, mengatakan pihaknya telah menjadwalkan pertemuan resmi dengan manajemen Aqua pada Selasa (28/10/2025) di Kantor BPKN, Jakarta Pusat. “Hari Selasa besok mereka datang ke BPKN, dan kami juga akan turun langsung ke sejumlah sumber air minum dalam kemasan, termasuk milik Aqua,” ujar Mufti, Minggu (26/10/2025).

Menurutnya, klarifikasi ini diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara fakta lapangan dengan klaim pemasaran yang selama ini digaungkan Aqua, yakni “air murni dari pegunungan”. BPKN menilai isu ini penting ditelusuri agar tidak menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan di masyarakat.

“Kalau benar airnya bukan berasal dari pegunungan seperti dalam iklan, ini tentu persoalan serius karena menyangkut kejujuran informasi kepada konsumen,” tegas Mufti.

Ia menjelaskan, BPKN memiliki kewenangan memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada pemerintah untuk memperkuat perlindungan konsumen nasional. Karena itu, sidak ke pabrik dan lokasi sumber air menjadi langkah penting untuk memverifikasi kebenaran klaim perusahaan.

Meski demikian, Mufti menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk menjatuhkan citra perusahaan tertentu. “BPKN hanya ingin menjaga kepercayaan publik. Kami tidak berpihak, yang kami bela adalah hak konsumen atas informasi yang benar,” katanya.

Menanggapi isu yang berkembang, manajemen Aqua melalui laman resminya menepis anggapan bahwa air yang mereka gunakan berasal dari sumur bor biasa. Dalam pernyataannya, Aqua menegaskan bahwa seluruh produknya bersumber dari akuifer dalam — lapisan air tanah yang merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan.

“Air yang kami gunakan tidak bersinggungan dengan air permukaan dan diambil dari lapisan dalam yang terlindungi secara alami,” tulis manajemen Aqua.

Perusahaan juga menegaskan bahwa proses pengambilan air dilakukan berdasarkan izin resmi pemerintah serta diawasi secara berkala oleh Badan Geologi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selain itu, uji kualitas air dilakukan bersama para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Meski sudah ada klarifikasi, BPKN menilai perlu dilakukan verifikasi langsung di lapangan agar publik mendapat kepastian. “Konsumen berhak tahu asal usul air yang mereka minum. Kejelasan dan transparansi adalah bentuk tanggung jawab moral produsen,” pungkas Mufti.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here