Satu Keluarga di Pekanbaru Mengemis demi Simpati Dinsos Temukan Mereka Punya Rumah di Tanjung Rhu

0
8
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM PEKANBARU – Warga di Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, digegerkan oleh keberadaan satu keluarga yang setiap hari mengemis di pinggir jalan dan emperan toko. Setelah ditelusuri, keluarga yang sempat dikira tunawisma itu ternyata memiliki rumah di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh.

Keluarga tersebut terdiri dari seorang ibu, adik laki-lakinya, seorang wanita hamil, serta dua anak kecil yang diduga anak dari wanita hamil tersebut. Mereka kerap meminta uang dan makanan kepada pedagang serta warga sekitar.

“Awalnya saya kira pria itu suami wanita hamil itu, tapi ternyata pamannya. Mereka hampir setiap hari mengemis di sini,” ujar warga sekitar, Indy Annisa Armaz, Minggu (26/10/2025).

Warga mengaku resah karena keluarga itu kerap kembali meminta meskipun sudah diberi bantuan. Kondisi tersebut akhirnya dilaporkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru.

Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penjangkauan terhadap keluarga tersebut. “Tim kami sudah menindaklanjuti laporan warga, membawa mereka untuk pendataan dan asesmen. Dari hasil pemeriksaan, ternyata mereka punya rumah,” kata Zulfahmi.

Menurutnya, keluarga itu memang sering berpindah tempat dan sengaja mengaku tidak memiliki tempat tinggal agar mendapat simpati. Setelah identitas dan alamat mereka diketahui, Dinsos bersama perangkat kelurahan mengantarkan keluarga itu kembali ke rumahnya di Tanjung Rhu.

“Tim kelurahan bersama RT dan RW setempat akan membantu pengurusan administrasi kependudukan, sementara kami mengusulkan mereka masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bisa mendapat bantuan resmi,” jelasnya.

Zulfahmi menegaskan, penanganan ini tidak berhenti pada razia semata, melainkan diarahkan pada solusi jangka panjang. “Kami ingin memberikan pembinaan agar mereka tidak kembali ke jalan. Bantuan sosial akan diberikan sesuai kebutuhan dan prosedur,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung memberi uang kepada pengemis di jalan, melainkan melapor ke Dinsos agar bisa ditangani dengan tepat. “Lebih baik dilaporkan agar kami bisa bantu secara profesional. Dengan begitu, bantuan bisa tepat sasaran,” pungkasnya.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here