Jakarta–Aceh–Papua Ditetapkan sebagai Center of Gravity Keamanan, Ini Penjelasan Menhan

0
10
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM JAKARTA – Pemerintah menetapkan tiga wilayah sebagai titik pusat pengamanan nasional atau center of gravity untuk menjaga stabilitas negara, yakni Jakarta, Aceh, dan Papua. Langkah ini disampaikan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, usai rapat tertutup bersama Komisi I DPR, Senin (24/11/2025).

Penetapan tiga wilayah tersebut dinilai menjadi fondasi bagi kelancaran pembangunan dan aktivitas masyarakat, terutama di daerah yang masih menghadapi dinamika keamanan. “Betul sekali bahwa dalam rangka mendukung stabilitas nasional agar supaya pembangunan ini bisa berjalan aman dan lancar, kita telah menerima petunjuk-petunjuk dari Presiden,” ujar Sjafrie di Kompleks Parlemen Senayan.

Sjafrie menjelaskan bahwa Jakarta diprioritaskan karena menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi nasional. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari udara, darat, hingga pantai. “Yang pertama Jakarta sendiri, kita amankan Jakarta itu dari 360 derajat baik dari pengamanan pantai maupun pengamanan udara serta pengamanan di darat,” jelasnya.

Sementara Aceh dipandang memiliki nilai strategis karena letak geografis dan kondisi sosial yang menjadi rujukan stabilitas di wilayah barat Indonesia. Papua kemudian menempati posisi penting ketiga sebagai wilayah yang tengah didorong percepatan pembangunan dan pemerataan layanan negara.

Untuk Papua, pemerintah akan mengedepankan strategi smart approach yang menggabungkan interaksi teritorial secara persuasif dengan langkah taktis terukur. Pendekatan ini bertujuan memperkuat kepercayaan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga stabilitas. “Kita ingin merebut hati rakyat agar supaya mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama,” ucap Sjafrie.

Meski menitikberatkan pendekatan dialog dan persuasif, Sjafrie menegaskan pemerintah tetap menjaga kesiapsiagaan militer demi mengantisipasi gangguan yang berpotensi menghambat kehidupan sosial dan pembangunan. “Kita tidak ingin kedaulatan kita diinjak-injak oleh orang, sehingga kita tetap harus bersiap siaga dan meneruskan kewaspadaan terhadap kemungkinan-kemungkinan ancaman taktis,” tambahnya.

Penempatan tiga center of gravity ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan stabil, terutama di wilayah yang memiliki pengaruh besar terhadap keseluruhan keamanan nasional.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here