Kapal Kargo Terjebak Konflik Timur Tengah Pemerintah Buru Minyak Amerika

0
8
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM JAKARTA – Dua kapal kargo minyak milik PT Pertamina (Persero) terjebak di Selat Hormuz akibat memanasnya eskalasi geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Pemerintah kini bergerak cepat mencari alternatif pasokan dari negara lain untuk mengamankan kebutuhan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa kedua armada tersebut sedang bersandar di lokasi aman sembari menunggu proses negosiasi. Langkah strategis langsung diambil dengan melirik pasokan minyak mentah dari Amerika Serikat guna menutupi defisit kargo yang tertahan.

“Kita mencari alternatifnya di Amerika untuk bisa menutupi apa yang ada pada dua kargo ini,” jelas Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (5/3/2026).

Jalur perairan Selat Hormuz yang kini ditutup oleh Iran merupakan urat nadi penting bagi pasokan energi Indonesia. Tercatat sebanyak 19 persen dari total impor minyak Tanah Air berasal dari kawasan Timur Tengah yang melintasi rute tersebut. Situasi global yang fluktuatif ini diakui berdampak pada potensi kenaikan harga dan berisiko membebani anggaran subsidi pemerintah.

“Yang enggak bisa itu adalah memang ada terjadi kenaikan dan itu berdampak pada subsidi. Jadi sekarang kita lagi menghitung secara baik dengan hati-hati,” paparnya.

Secara terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron membenarkan besaran persentase impor dari jalur yang tengah berkonflik. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mencari jalan keluar pemenuhan energi nasional.

“Saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler alternatif maupun emergensi,” terang Baron di Grha Pertamina, Rabu (4/3/2026).

Baron memastikan skema distribusi darurat dan reguler sudah berjalan untuk menjaga ketahanan stok energi di dalam negeri agar aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh krisis di Selat Hormuz.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here