Konflik Internal Menguat, Mahfud MD Nilai PBNU Bergeser ke Urusan Bisnis dan Tambang

0
13
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM JAKARTA – Kritik tajam kembali diarahkan Mahfud MD terhadap dinamika yang tengah mengguncang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menilai perselisihan internal yang mencuat ke publik belakangan ini tidak lagi berkaitan dengan perbedaan pandangan organisasi, tetapi sudah masuk wilayah perebutan kepentingan ekonomi.

Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya, Selasa (2/12/2025), Mahfud menegaskan bahwa polemik di tubuh PBNU bertautan dengan urusan proyek dan izin tambang. Ia menyebut isu tersebut merupakan “bisik-bisik lama” yang kini mulai terbuka ke permukaan.

“Ini asal muasalnya soal tambang. Dulu ketika saya bilang itu kan belum ada yang bilang, nah sekarang mereka semua juga sudah bilanglah bahwa ini memang asal asalnya tambang,” ujarnya.

Sebagai tokoh Nahdliyin senior, Mahfud menilai gesekan yang terjadi telah menjauh dari tradisi keulamaan serta peran kultural NU yang selama puluhan tahun menjadi identitas organisasi. Menurutnya, banyak pihak kini terlibat dalam urusan bisnis yang tidak pernah menjadi bagian dari NU di masa lalu.

“Saya begini loh, merindukan NU yang taat pada ulama, tidak rebutan proyek. Gak ada itu urusan ngurus perusahaan, ngurus tambang, ngurus itu dulu gak ada,” sambungnya.

Ia menyebut keterlibatan sejumlah pihak dalam proyek ekonomi telah mengubah karakter organisasi dan memicu ketegangan antarkelompok. Pergeseran orientasi itu, menurutnya, berpotensi mengikis nilai-nilai dasar yang dulu menjadi pijakan para pendiri NU.

Dalam kritik yang paling tajam, Mahfud menyamakan dinamika internal PBNU dengan struktur korporasi lengkap dengan para pemegang kepentingan ekonomi.
“Jadi bukan PBNU, PTNU akhirnya. Perusahaan terbatas akhirnya. Antara pemegang saham, betul. Kemudian ada komisaris, ada direksi,” pungkasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Mahfud menegaskan bahwa konflik yang berkembang bukan lagi sekadar perbedaan tafsir AD/ART, melainkan menyangkut akses terhadap sumber daya, proyek, dan pengaruh ekonomi yang dinilai mengambil alih ruang organisasi.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here