Pangkas Angka Kemiskinan Jadi 3,25 Persen, Pemprov Riau Perkuat Ekonomi Desa

0
9
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM PEKANBARU – Upaya menurunkan angka kemiskinan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Riau di tengah tren positif pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Riau hingga Maret 2025 tercatat sebesar 6,16 persen, yang menjadi tantangan besar bagi pencapaian target pembangunan daerah.

Pemerintah Provinsi Riau menargetkan angka kemiskinan tersebut dapat ditekan hingga kisaran 3,25 sampai 4,25 persen pada akhir periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2029. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi, menegaskan bahwa data statistik merupakan cermin realitas yang harus disikapi secara objektif.

“Ini harus kita baca secara jujur dan terbuka sebagai tantangan bersama, bukan sekadar statistik,” ujar Supriyadi saat menghadiri rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Riau, Kamis (5/2/2026).

Supriyadi menekankan perlunya penguatan kebijakan yang menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah. Program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan menjadi kunci utama agar penurunan angka kemiskinan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Diperlukan kerja bersama seluruh stakeholder pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat agar program pemberdayaan ekonomi berjalan efektif,” tambahnya.

Di sektor ekonomi, Riau mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,98 persen pada triwulan III tahun 2025. Capaian ini ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertanian, dan pertambangan. Dalam dokumen RPJMD 2025-2029, pertumbuhan ekonomi ditargetkan merangkak naik hingga menyentuh angka 5,16 persen hingga 5,90 persen pada 2029.

Selain kemiskinan, pemerintah juga menaruh perhatian pada Gini Ratio atau ketimpangan pengeluaran. Targetnya, pada akhir 2029 ketimpangan berada di kisaran 0,270 hingga 0,283. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka yang saat ini berada di angka 3,70 persen diharapkan dapat turun hingga ke level 2,94 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Supriyadi meyakini bahwa dengan sinergi lintas sektor dan penggunaan data yang akurat, pembangunan di Bumi Lancang Kuning akan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh elemen masyarakat secara merata.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here