Polemik Anggaran Makan Bergizi Gratis, Wamenhaj Dahnil Anzar Diserbu Kritik Warganet

0
8
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM JAKARTA – Unggahan Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak di media sosial X memicu gelombang kritik dari warganet. Hal ini bermula saat ia membantah tudingan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengambil jatah anggaran pendidikan dalam APBN 2026.

Melalui akun pribadinya, Dahnil menyebut bahwa sumber dana program unggulan tersebut berasal dari penghematan besar-besaran yang dilakukan pemerintah.

“Faktanya, tidak sama sekali. Program MBG menggunakan anggaran hasil efisiensi yang dilakukan Presiden Prabowo yang nilainya lebih dari 300 triliun. Apa saja yang diefisiensi? Perjalanan dinas dan alokasi lainnya yang tidak terkait langsung dengan pelayanan rakyat,” tulis Dahnil, Senin (16/2/2026).

Pernyataan tersebut langsung diserbu sekitar 1.700 komentar hingga Selasa (17/2/2026). Banyak warganet yang mengoreksi klaim tersebut dengan menyodorkan data Perpres 118/2025 tentang Rincian APBN 2026. Dalam dokumen tersebut, tercatat lebih dari Rp233 triliun anggaran pendidikan justru dialokasikan untuk Badan Gizi Nasional (BGN).

Menanggapi keriuhan tersebut, Dahnil kembali memberikan penjelasan tambahan. Ia berdalih bahwa sumber dana juga berasal dari penindakan hukum terhadap sektor ilegal.

“Dari denda sawit ilegal saja Rp300 triliun, belum lagi sitaan BLBI, timah sampai judol. Termasuk anggaran inefisien seperti perjadin (perjalanan dinas) dan ATK yang dipangkas kemudian di-shifting ke MBG,” jelasnya.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menilai program ini sebagai langkah krusial untuk masa depan. Saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Deli Serdang, ia menekankan pentingnya asupan gizi pada masa pertumbuhan.

“Generasi kuat Indonesia Emas 2045 adalah mereka yang saat ini masih belajar di sekolah hingga anak yang masih dalam kandungan. Di situlah gizi diperlukan. Ini adalah investasi yang luar biasa,” kata Abdul Mu’ti, Senin (16/2/2026).

Senada dengan hal itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menyatakan bahwa program MBG memiliki nilai strategis yang melampaui sekadar pemberian makanan. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto selalu menekankan program ini dalam berbagai kegiatan kenegaraan karena menyangkut arah bangsa.

“Kita harus bangga karena berada pada titik kegiatan yang bisa berpengaruh dan mempunyai spektrum yang sangat luas dalam menentukan bangsa Indonesia ke depan,” pungkas Sony di Jakarta, Minggu (15/2/2026).


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here