SPIPUSAT.COM PEKANBARU – Plt Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto, memerintahkan seluruh bupati dan wali kota di Riau segera menerbitkan surat edaran resmi berisi larangan bagi masyarakat berlibur ke daerah rawan banjir dan longsor pada puncak musim penghujan Desember.
Instruksi itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Balai Serindit, Pekanbaru, Senin (8/12/2025).
“Kita minta bupati dan wali kota mengimbau warganya jangan berliburan ke daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor. Buatkan surat edarannya,” tegas SF Hariyanto.
Pemerintah provinsi mencatat sedikitnya 93 kecamatan dan 170 desa berstatus rawan banjir, serta 23 kecamatan dan 36 desa berpotensi longsor. Kondisi ini diperkirakan memburuk pada dasarian kedua dan ketiga Desember.
Selain edaran perjalanan, Plt Gubernur juga menginstruksikan pembentukan posko terpadu Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sebagai pusat komando lapangan. Posko akan memonitor arus penumpang dan kendaraan, melakukan pemeriksaan keselamatan moda transportasi, termasuk tes kesehatan dan penyalahgunaan narkoba terhadap pengemudi.
SF Hariyanto menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah ancaman cuaca ekstrem.
“Jika cuaca ekstrem, penundaan keberangkatan harus mengutamakan keselamatan, bukan tekanan tiket atau jadwal,” ujarnya.
Dari sisi logistik energi, pemerintah memantau ketersediaan bahan bakar dan LPG. Realisasi stok biosolar tercatat 84,92 persen, pertalite 79 persen, dan LPG 3 kilogram 98 persen. Pertamina diminta menjaga stabilitas pasokan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah.












