Polemik Utang Whoosh Memanas, Purbaya Berubah Sikap Setelah Instruksi Prabowo

0
14
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM JAKARTA – Polemik pembiayaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali mencuat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapannya mengikuti arahan penuh Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini kontras dengan sikap sebelumnya, ketika ia tegas menolak penggunaan APBN untuk membayar utang proyek tersebut.

“Kalau saya mending nggak bayar. Cuma kan ada kebijakan pimpinan di atas, Presiden dan lain-lain, ada diskusi. Ini belum putus ya, kita akan cenderung membayar jalannya infrastrukturnya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Lapor Pak Menkeu di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025).

 

 

Purbaya mengakui perlu mengikuti setiap proses diskusi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan pihak lain yang terkait.

“Saya belum sampai kesimpulan seperti apa. Makanya saya bilang kalau nanti mereka diskusi di sana, saya ikut. Saya mau lihat. Jangan sampai saya rugi amat gitu,” jelasnya.

 

 

Ia menegaskan keputusan akhir tetap diprioritaskan untuk kepentingan negara.

“Kita lihat yang terbaik buat negara ini. Jadi, prosesnya masih berjalan,” tambahnya.

Sikap Purbaya berubah setelah Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh polemik terkait Whoosh berada di bawah tanggung jawabnya sebagai kepala negara. Dalam pernyataannya, Presiden meminta publik tidak khawatir dan menyebut tidak ada persoalan besar dalam proyek tersebut.

“Nggak usah khawatir, ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari, masalahnya tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Presiden saat meresmikan operasional Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

“Whoosh itu public transport. Jangan dihitung untung rugi, hitung manfaat untuk rakyat. Di seluruh dunia begitu,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah selama ini telah memberikan subsidi besar untuk layanan kereta api sebagai bagian dari kewajiban pelayanan publik.

“Semua kereta api kita pemerintah subsidi 60 persen, rakyat bayar 20 persen. Ini kehadiran negara,” tegas Presiden.

Selain menyoroti manfaat sosial Whoosh, Prabowo juga menyinggung pentingnya pengelolaan keuangan negara yang bersih. Ia menekankan komitmennya memberantas kebocoran anggaran dan korupsi demi memastikan dana negara kembali kepada rakyat.

“Uang rakyat tidak boleh dicuri. Akan kita kembalikan untuk pelayanan rakyat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Presiden meminta isu utang Whoosh tidak dipolitisasi.

“Jangan kita menari di gendangnya orang. Mungkin ada pihak-pihak yang ingin menimbulkan kecemasan rakyat,” katanya.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here