Skandal Impor Ratusan Ribu Pikap India Bos Agrinas Mendadak Sakit Saat Dipanggil Senayan

0
7
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM JAKARTA – Rapat Kerja Komisi VI DPR RI yang mengagendakan pembahasan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diwarnai hujan interupsi dan kekecewaan. Pemicu utamanya adalah ketidakhadiran Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, saat dewan hendak mencecar rencana kontroversial impor 105 ribu mobil pikap dari India.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Komisi VI DPR RI, Senayan, Rabu (11/3/2026) tersebut, kursi pimpinan Agrinas tampak kosong. Direktur Pengadaan PT Agrinas Pangan Nusantara, Elphis Rudy, berdalih atasannya sedang terserang masalah kesehatan secara tiba-tiba.

 

“Anggota Dewan Komisi VI yang terhormat, untuk Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara saat ini dalam kondisi sakit. Semalam sebenarnya saat kami rapat sudah berjaket dan sudah berkeringat dingin dan setelah kembali demam tinggi,” ungkap Elphis.

Alasan medis ini tak pelak memantik kecurigaan para legislator. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, langsung melayangkan protes keras di awal persidangan. Kehadiran Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, dalam ruangan tersebut dinilai tidak cukup untuk menjawab teka-teki proyek bernilai raksasa ini tanpa penjelasan teknis dari pelaksana.

 

 

“Rapat ini penting, sangat penting, kenapa Dirut Agrinas tidak hadir?” cecarnya.

Nada lebih tajam disuarakan oleh Kapoksi PDIP Komisi VI DPR, Mufti Anam. Ia menuntut kepastian jadwal kehadiran Joao Angelo sekaligus mempertanyakan siapa dalang di balik proyek pengadaan kendaraan asing tersebut.

“Karena ini serius bagi kami karena 105 ribu mobil itu sangat besar sekali. Ingin tahu itu kepentingan siapa? Karena kami tanya tadi Menteri Koperasi tidak tahu. Bahkan user-nya kepala desa tidak diajak bicara,” tegasnya.

Merasa marwah institusi dan hak masyarakat diabaikan, Mufti mendesak agar agenda dengar pendapat ini ditangguhkan sampai bos Agrinas menampakkan diri.

“Karena Agrinas bukan hanya melangkahi konstitusi kita, melecehkan rakyat, tapi juga melecehkan Menteri Koperasi. Kami minta rapat ini ditunda,” urainya.

Kesimpangsiuran informasi mengenai keberadaan Joao Angelo juga memancing komentar sarkastis dari Anggota Komisi VI, Sturman Panjaitan. Ia mengusulkan agar dewan membentuk tim khusus untuk mengecek langsung kondisi kesehatan sang direktur utama ke kediamannya.

“Kalau mendengarkan tadi dari Kapoksi fraksi PDIP informasi itu kan simpang siur, katanya jam 10 datang, katanya sakit. Dicek di rumah sakit katanya di rumah. Di rumah di mana lagi?” papar Sturman.

Legislator ini merasa perlu membuktikan kebenaran fakta di lapangan agar parlemen tidak dijadikan lelucon.

“Saya menginginkan kalau boleh, kita cek ke sana. Kita datangkan tim ke sana meyakinkan kesehatannya benar-benar prima, jangan sampai kalau sakit kita ajak kemari, kasihan,” pungkasnya yang langsung disambut gelak tawa anggota dewan lainnya.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here