Perkuat Pondasi Ekonomi Kerakyatan, 71 Titik Lokasi Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih di Pekanbaru

0
8
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM PEKANBARU – Koperasi Merah Putih kini tengah bersiap memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan melalui rencana ekspansi besar-besaran di wilayah Kota Pekanbaru. Program strategis nasional ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah guna memastikan percepatan pembangunan jaringan koperasi di titik-titik potensial.

Dalam Rapat Teknis Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih yang dipimpin Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, Rabu (28/1/2026), terungkap bahwa sebanyak 71 lokasi telah terdata untuk menjadi rumah bagi Koperasi Merah Putih di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Lokasi ini mencakup lahan aset milik Pemko Pekanbaru, Pemprov Riau, hingga sektor BUMN.

Meskipun pemetaan lokasi telah dilakukan, tantangan teknis terkait standarisasi lahan masih menjadi fokus penyelesaian. Beberapa calon lokasi dinilai belum memenuhi kriteria ukuran ideal yang ditetapkan untuk operasional Koperasi Merah Putih.

“Sebagian lahan yang ada belum sesuai dengan ketentuan, sehingga perlu dicarikan solusi bersama,” ujar Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, usai menghadiri rapat di Kantor Gubernur Riau.

Guna memastikan keberlanjutan program, sebuah tim percepatan khusus telah dibentuk untuk melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh. Tim kolaborasi antara Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau ini bertugas mencari jalan keluar agar infrastruktur Koperasi Merah Putih dapat dibangun sesuai standar yang optimal bagi pelayanan masyarakat.

Saat ini, geliat Koperasi Merah Putih sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Tercatat sebanyak 12 unit koperasi telah beroperasi penuh di berbagai sudut kota, sementara 11 lokasi lainnya tengah menunjukkan progres pembangunan yang signifikan.

Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah. Melalui sinergi pemerintah dan manajemen koperasi, program ini diproyeksikan menjadi percontohan penguatan ekonomi berbasis komunitas di level nasional.

Dukungan birokrasi yang cepat dan penyediaan lahan yang tepat menjadi kunci utama agar target 71 titik tersebut segera terealisasi. Markarius Anwar menegaskan pihaknya komitmen penuh mengawal setiap tahap proses pembangunan agar kemandirian ekonomi daerah segera terwujud.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here