PETI Merajalela di Jambi, Biaya Penjernihan Air Membengkak Akibat Limbah Merkuri dan Lumpur

0
6
Ayo share artikel ini

SPIPUSAT.COM MUARA BUNGO – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian liar di sepanjang aliran Sungai Batang Bungo, Provinsi Jambi, mulai mengancam hajat hidup orang banyak. Sungai yang menjadi sumber kehidupan warga kini berubah menjadi kubangan lumpur pekat, memaksa penyedia air bersih bekerja ekstra keras dengan biaya produksi yang mencekik.

Kerusakan lingkungan ini berdampak langsung pada operasional pengolahan air minum daerah. Akibat air baku yang tercemar berat oleh material sisa tambang, penggunaan bahan kimia untuk penjernihan meningkat drastis agar air tetap layak dikonsumsi ribuan pelanggan.

Salah seorang operator pengolahan air baku, Ismail, mengungkapkan bahwa kondisi sungai saat ini sudah jauh dari ambang batas normal. Ia menyebut proses penyaringan kini membutuhkan pasokan bahan kimia dua kali lipat lebih banyak daripada biasanya.

“Untuk bahan kimia, sekarang kami membutuhkan jauh lebih banyak. Kalau airnya jernih, kebutuhan bahan bisa dihemat. Tapi dengan kondisi air seperti ini, bahan penjernih terus bertambah,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Ironisnya, di tengah pembengkakan biaya operasional yang harus ditanggung penyedia layanan publik, para pelaku tambang ilegal seolah bebas merusak ekosistem tanpa tersentuh hukum. Lumpur dan limbah hasil penambangan yang dibuang langsung ke sungai membuat proses filtrasi air menjadi sangat sulit dan mahal.

Meski pihak pengelola air minum masih berupaya menjaga kualitas agar tetap aman, tantangan finansial akibat rusaknya air baku ini menjadi bom waktu jika aktivitas PETI tidak segera dihentikan. Warga yang terdampak kini hanya bisa berharap adanya ketegasan dari otoritas terkait untuk membersihkan sungai dari alat berat para penambang ilegal.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas PETI masih terpantau marak di beberapa titik aliran sungai, sementara kualitas air semakin memburuk dan mengancam kesehatan masyarakat jangka panjang.


Ayo share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here